Panen Gagal, Harga Tembakau Makin Mahal

PROBOLINGGO – Musim kemarau diselingi hujan (kemarau basah) mengakibatkan tembakau rajangan yang sedang dijemur berubah warna (tambelik).-

Tapi harga tembakau berkualitas tahun ini di Kab. Probolinggo memecahkan rekor tertinggi sejak 7 tahun yakni Rp 33 ribu per kg.

Tidak hanya tembakau rajangan yang rusak akibat hujan. Daun-daun tembakau siap panen pun bisa diwarnai bintik-bintik hitam yang mengakibatkan komoditas pertanian itu terasa pahit.

“Petani tembakau tahun ini memang selalu khawatir, karena kemarau masih diwarnai curah hujan. Hujan bisa menurunkan kualitas tembakau rajangan yang dijemur dan daun tembakau siap panen,” ujar Sirajudin, petani tembakau di Kec. Paiton, Kab. Probolinggo, Friday (17/9).

Meski tembakau rajangan berubah warna menjadi kehitaman (tambelik), number of wholesalers (collectors) still ready to buy. “Tembakau tambelik masih laku antara Rp 10-20 fish per kilogram,"Said Taufik, petani tembakau di Kec. Krejengan.

Sejumlah petani pun mengaku pasrah begitu mengetahui tembakau rajangannya mengalami tambelik. Mereka berprinsip, yang penting tembakau bisa terjual agar balik modal.

Berdasarkan pengamatan, gudang-gudang tembakau juga bersedia menampung tembakau rajangan yang berubah warna. Tembakau yang mutunya merosot itu sengaja disisihkan dari tumpukan tembakau berkualitas.

Sisi lain, tembakau berkualitas harganya kini melangit bahkan memecahkan rekor sepanjang 7 tahun terakhir. Tembakau berkualitas menembus harga di kisaran Rp 32-33 thousand / kg.

Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kab. Probolinggo, Ir Nanang Trijoko Suhartono membenarkan pecahnya rekor harga tertinggi tembakau pada 2010 ini. “Belum pernah harga tembakau setinggi Rp 33 ribu per kilogram seperti pada 2010. It rains 2009 then, The highest price of Rp 30 thousand,"He said.

Disbunhut mencatat, rekor harga tertinggi tembakau setiap tahun. It rains 2004 harga tembakau menembus kisaran Rp 8-10 thousand, 2005 di kisaran Rp 10-12 thousand, dan pada 2006 menjadi Rp 12-16 thousand. Rekor harga tembakau terus meroket, it rains 2007 menjadi Rp 17-22 thousand, 2008 di kisaran 18-27 thousand, than 2009 through Rp 18-30 thousand.

Tingginya harga tembakau tahun ini, said Nanang, triggered economic law. “Menurunnya volume tembakau yang beredar di pasaran, sementara permintaan tetap tinggi,"He said.

Nanang tidak membantah, fakta pada tahun ini sebagian tembakau kualitasnya turun akibat guyuran hujan “salah musim”. Bahkan sebagian petani sudah merasakan pahitnya tembakau sejak awal tanam. Bibit tembakau yang mereka tanam banyak yang mati karena digenangi air hujan.

Disbunhut pun memberikan solusi kepada petani agar mempersiapkan saluran pembuangan air (drainase) di lahan tembakau. Tujuannya, untuk membuang genangan air akibat guyuran hujan.

Sementara itu untuk menghindari tembakau rajangan yang dijemur berubah warna (tambelik), Nanang menyarankan, agar ketebalan jemuran dikurangi. “Kalau permukaan tembakau rajangan ketebalannya diperlebar maka akan cepat kering, tembakau tidak sampai menghitam,"He said.

Disinggung soal produksi tembakau pada 2010 ini, Nanang predict approximately 10.372 your. “Dibandingkan tahun 2009 lalu yang mencapai 9.000 your, produksi tahun ini meningkat 1.000 tons more,” ujarnya.

Prediksi produksi tembakau mencapai 10.372 ton itu didasarkan pada luas areal tembakau di tujuh kecamatan penghasil tembakau jenis Paiton Voor Oogst (Paiton VO). “Tahun ini areal tembakau mencapai 11.475 hektare dari rencana awal 7.923 hectares,"Said Nanang.

Bengkaknya areal tembakau seluas 3.552 hektare itu diduga karena sebagian petani menanam tembakau di areal yang tidak direkomendasikan Disbunhut. Based on agro-climate factors, Pemkab Probolinggo hanya merekomendasikan penanaman tembakau di 7 kecamatan yakni, Pakuniran, Kotaanyar, Paiton, Visit, Kraksaan, Krejengan, dan Gading.

Ternyata areal tembakau juga dijumpai di luar 7 kecamatan yang direkomendasikan tersebut. That is widened in 8 sub-district, Pajarakan, Kuripan, Sukapura, Maro, Wonomerto, Leces, Gending, dan Bantaran.

“Meski 8 kecamatan ini tidak direkomendasikan untuk ditanami tembakau, Pemkab tidak bisa melarang petani menanam tembakau,"Said Nanang. Sekadar diketahui, sesuai Undang-Undang 12/1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman, petani memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan jenis tanaman dan pembudidayaannya (pasal 6 paragraph 1). isa