RPP Tembakau Masih Terus Dibahas

Ketika abang-abang becak di Bekasi sudah menunjukkan inisiatifnya untuk mengkampanyekan hidup sehat, pemerintah belum juga mengesahkan Rancangan Peraturan Pemeritah (RPP) tentang Tembakau. Peredaran produk tembakau khususnya rokok relatif masih sangat longgar.

“RPP Tembakau saat ini masih terus dibahas, masih akan dirapatkan sekali lagi oleh menteri-menteri terkait. Saya sendiri inginnya cepat-cepat disahkan,” kata Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih saat ditemui usai membuka konsultasi regional World Health Organization South East Asia Region (WHO-SEARO) di Hotel Ramada Kuta, Senin (13/2/2012).

Beberapa hal yang diatur dalam RPP tersebut antara lain rokok tidak boleh dijual secara eceran atau ketengan, serta tidak boleh dijual pada anak-anak di bawah umur. Selain itu, kemasan rokok nantinya juga harus mencantumkan peringatan bergambar tentang bahaya rokok.

Pembahasan RPP Tembakau selama ini memang diwarnai dengan kontroversi. Di satu sisi diharapkan bisa melindungi kesehatan anak-anak dan orang yang tidak merokok, namun di sisi lain dianggap mematikan industri rokok dan nasib ribuan buruh maupun petani tembakau.
(up/ir)

http://health.detik.com/read/2012/02/14/085657/1841588/763/terbukti-becak-antirokok-lebih-disukai-ibu-ibu